Archives

Ratu Jin Pesugihan Nusantara by Indo Pesugihan


Pesugihan Kantong Macan




Dalam dunia supranatural pernahkah anda mendengar istilah KM??? Lalu apakah KM itu??? secara pandangan umum KM adalah istilah dari Kulit Macan! Kuku Macan! Kantong Macan! Kantong Menyan! Lalu yang benar yang mana? menurut saya semua benar!!! namun sebenarnya KM yang di gembor-gemborkan orang yaitu Kantong Macan!!! Hasil wawancara Indo Pesugihan dengan Ki Tjakra Djajaningrat perihal KM sebagai berikut KM sebenarnya piandel yang diciptakan khusus dengan daya tuah kesaktian seseorang yang mumpuni dalam olah spiritual tercipta dari keilmuan seperti ajian panglimunan,halimunan,senggoro macan,lipat bumi,langlang buana,dsb. Dengan kemampuan tokoh sakti itu sehingga dapat membangkitkan khodam yang menghuni piandel tersebut dan menguasainya dikendalikan dengan perpaduan ajian-ajian kesaktian yang dimilikinya maka piandel itu memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam hal kanoragan seperti kekebalan(anti senjata tajam,anti tembak,anti cukur), keselamatan, kewibawaan, menghilang,limpat bumi,malih rupa,dll. Banyak orang salah mengerti soal KM alias Kantong Macan,mereka hanya banyak mendengar mitos-mitos yang beredar dari mulut ke mulut namun tidak mengerti secara langsung kebenarannya.
Konon KM dapat menghantarkan pemiliknya pergi dalam waktu sekejab mata hanya dalam hitungan menit / detik sekalipun mampu mengantar kepenjuru dunia atau datang ke belahan dunia manapun,ada pula yang mengetesnya dengan memotong rambut atau kuku bila itu asli maka rambut / kuku tidak mempan dipotong katanya! istilah bisnis uka-uka mengatatan Anti Wulu Kuku. Dengan hal itu banyaklah diburu orang melakukan bisnis itu,yang menurut saya merupakan bisnis angan-angan!!! ninggalin pekerjaan demi menghayal dapat uang milyaran rupiah!!! memang benar bisnis seperti itu ada tapi 1001 yang dapat berhasil sampai sukses,toh jika sukses tentunya makelar yang diataslah yang paling untung yang usaha kesana kemari hanya mendapat Tips,hal itu lumprah adanya karena makelar yang dibawah tidak tahu menahu siapa pembelinya karena terlalu banyak perantara alias penghubung yang sering disebut dengan nama keren Mediator. Bisnis semacam itu ibaratnya obat nyamuk muter tidak tahu kapan nyampainya kaya lingkaran setan. Kantong Macan ada beragam jenis dan tiap kriterianya yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatan dan kemampuannya, apalagi ada yang mengait-ngaitkan Kantong Macan itu adanya trah dari zaman kerajaan apa. Semua itu namanya aja pendapat orang, soal asli tidaknya KM itu pendapat orang berbeda-beda,kita orang awam tidaklah tahu,namun yang perlu disadari berita yang menyebar di masyarakat itu hanyalah kabar burung dan banyak salah kaprahnya.MySpace Graphics
Pesugihan Kantong Macan

Pada posting kali ini,Indo Pesugihan akan mengungkap bagaimana prosesi Pesugihan Kantong Macan, ini bukan memproses mendatangkan uang ghaib milyaran rupiah yang pada diburu berbagai kalangan, namun bagaimana mendatangkan uang secara ghaib untuk kelancaran rezeki, terbebas dari masalah keuangan,cepat melunasi hutang, perlindungan diri dari gangguan johir batin, membuka jalur kesuksesan,melancarkan semua usaha mencari materi, pemikat harta benda,dsb. Pesugihan Kantong Macan tidak perlu memburu yang harus anti cukur,anti silet,anti tembak,bisa membuat ngilang seperti yang di desas desuskan orang. Keaslian barang bertuah ini sebenarnya cara mengetesnya bukan harus yang demikian itu, melainkan barang bertuah tersebut dapat diajak interaksi atau komunikasi. Ingat pengetesan asli tidaknya, jika hanya anti cukur atau apa saja yang bersifat kanoragan, itu bisa direkayasa atau karena kemampuan/trik seorang dukun/paranormal. Kantong Macan yang benar-benar bertuah jika dibacakan mantra gugahan dan khodam pamangku maka ia dapat diajak interaksi,benda bertuah tersebut dapat sebagai piandel memberikan wisik/petunjuk ghaib untuk perihal apa saja seperti: bisnis/ usaha/ hal yang ghaib/ togel/ dsb) dan dapat diperintahkan membantu mendatangkan rezeki,tolak balak dari segala gangguan magis.dll.Berminat memiliki Kantong Macan alias KM untuk Pesugihan Putih ini silahkan hubungi saudara Dimas atau Klik:www.susuhangin.com
Mantra Gugahan Kantong Macan:
"Hong ilaheng,awang-awang uwung-uwung,segoro macan teko'o maringi pitulung,macan gembong macan putih,podho ngewangi wus kasinggih,mbuko jagad kunci sangkan paraning rejeki,,,,,dsb"
Dalam Pesugihan Kantong Macan ini,pemilik cukup merawatnya saja setiap malam jumat legi diberi makan/uborampe (maaf tidak kami sebutkan untuk jelasnya silahkan konsultasikan). Kantong Macan bisa digunakan sebagai Piandel Pribadi yang membantu dalam setiap usaha dalam urusan rejeki atau apa saja bahkan bisa juga berfungsi sebagai Satpam Ghaib. Pemilik pesugihan ini harus menjalankan apa yang menjadi tatacara perawatan dan pemakaiannya,tidaklah memberatkan dan tidak ada dampak negatif (tanpa tumbal apapun).
Piandel ini banyak dipakai oleh kalangan pengusaha bahkan karena ingin memiliki yang tingkatan yang lebih bagus maka mereka memburu Kantong Macan yang mempunyai kadar istimewa seperti anti cukur,anti tembak,halimunan,dsb. Tapi barang yang istimewa itu sangatlah langka dan super sulit untuk didapatkan.Mengapa banyak orang memburu Kantong Macan yang demikian??? bahkan yang parah lagi dijadikan bisnis uka-uka??? alkisah bisnis itu makin marak karena menjanjikan uang milyaran rupiah!!! akibatnya bagi kebanyakan orang apalagi yang awam memburu barang sesuai kriteria tersebut kesana-kemari tiada ujungnya...muter kaya obat nyamuk!!! Jikalau barang itu ada maka tatacara memprosesnya agar dapat mendatangkan uang ghaib dibutuhkan joki yang handal untuk mengendalikan Katong Macan itu,untuk didayagunakan menembus dimensi dan melanglang buana kemanapun pergi yang dimau atau mengambil harta karun tak bertuan bahkan bisa untuk mencuri uang. Sekarang pertanyaannya siapa pemilik Kantong Macan alias benda bertuah kriteria yang istimewa itu??? jawabnya...misterius problem.

Pesugihan Umyang Jimbe



Nama sebutan Umyang adalah sebutan bagi sepasang puthut/badjang dan “kegunaan” keris tersebut. Jenis keris umyang ada beragam. Ada Umyang Jimbe, Umyang Tagih, Umyang Beras, Umyang Panimbal, Umyang Tombak dan lain sebagainya. Melihat penamaan keris ini, bisa langsung ditebak bahwa tujuan utama sang pembuat dan pemilik keris ini berintensi mendapatkan bantuan atau pertolongan dari piandel tersebut. Umyang Jimbe dipercaya bisa membantu melancarkan usaha dan menghalau rintangan, Umyang Panimbal dipercaya bisa mendatangkan / memanggil rejeki, Umyang Tagih membantu pemiliknya menagihkan utang-utang orang lain kepadanya, bahkan Umyang Beras diyakini bisa membuat beras yang ada di tempat beras tidak akan habis. Wallahu'alam.
Kembali ke masalah nama – dinamakan umyang karena kedua puthut ini yang “ngumyang” (umek, sibuk, berusaha keras sambil ngomel dan berceloteh). Kata Umyang sendiri, menurut arti lain bahasa jawa adalah seseorang yang "ngumyang" atau menggigau..tidak sadar. Jadi sepasang manusia pada dapur umyang tersebut dianggap sebagai “prewangan” yang membantu pemilik pusaka tersebut melancarkan maksud-tujuannya. Rasanya logika penamaan ini cukup masuk akal.

Karena sifat dapur keris Puthut Kembar sebagaimana terurai di atas, maka sangat kuat bahwa dikalangan pecinta keris, dapur umyang lebih dimaknai sebagai benda isoteris klenik yang kental dengan dunia perdukunan. Penggemarnya pun juga kebanyakan dari kalangan pengusaha atau pedagang. Padahal bila dicermati lebih dalam, kita bisa menggali banyak nilai filosofis keris dapur puthut kembar ini – dibandingkan sekedar berharap rejeki dari benda mati.

Mari kita coba melihat nilai-nilai tersebut karena keris sebagai hasil karya seni juga merupakan sebentuk bahasa – alat komunikasi. Bahasa adalah sarana yang membawa banyak muatan, baik muatan komunikasi, karakteristik penutur/pembuat, sampai relasi nilai yang paling substansial. Bahasa adalah sebuah simbol. Sebagai sebuah bahasa, bentuk dan gambar berbicara menunjuk tentang lambang/simbolisasi sesuatu yang mempunyai kandungan makna melampaui dirinya sendiri.

Dalam kaitannya dengan dunia pe-keris-an juga sama halnya. Keris kerap dikatakan juga sebagai alat penanda jaman / sengkalan suatu masa atau kejadian tertentu. Misal, Keris dengan kinatah Gajah Singo pada gonjo yang melambangkan sengkalan tahun 1558, pertanda berhasilnya pasukan Sultan Agung menumpas pemberontakan pragola di Pati, dan beberapa contoh keris lainnya. Dan sesungguhnya lebih dari itu, keris juga bisa mempunyai maksud pralambang atau simbolisasi. Dan ini bisa sangat jamak kita temui dalam hampir pada semua keris, termasuk pada keris dapur Puthut Kembar ini.
Puthut, dalam istilah Jawa bermakna Murid atau Santri atau Cantrik, seseorang yang berguru atau belajar ilmu (apa saja) pada seorang guru/resi/pandita dsb. Putut adalah seorang pendeta atau pertapa muda. Bentuk puthut ini konon berasal dari legenda tentang cantrik yang diminta menjaga sebuah pusaka oleh sang guru. Ia diminta untuk menjaga (berjaga), sambil terus berdoa dan memohon pertolongan serta kekuatan dari Yang Maha Kuasa.Ada murid laki-laki ada perempuan,keduanya juga melambangkan keseimbangan dan juga perpaduan, bahwa apa yang ada di bumi ini selalu berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan perempuan, ada siang dan malam, ada gelap dan terang, ada hitam dan putih, ada sedih dan gembira, ada yin dan yang. Pada keris dapur puthut, ini bisa kita amati bahwa bentuk wajah Puthut seolah-olah berupa orang laki-laki di bagian depan (gandik) dan perempuan di bagian belakang (wadidang). Dan keduanya tampak menggenakan gelungan ikat kepala.Posisi duduk bersimpuh (bertapa) : menengadahkan tangan seperti posisi berdoa. Sebagai murid, untuk mencapai suatu ilmu, harus menjalaninya dengan proses tirakat, semedi untuk mencapai keheningan, kebersihan batin, tawakal dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa . Jika jiwa kita bersih, maka kita akan dengan mudah menyerap ilmu yang kita pelajari. Sebagai murid, atau orang yang sedang belajar harus bisa menjauhkan diri dari sifat sombong, congkak atau sifat merasa tahu (rumongso biso/sok tahu) Harusnya "biso rumongso". Perlu membuka wawasan, mawas diri, rendah hati, sederhana, andhap ashor dan bersedia belajar dari orang lain. Itulah laku yang harus dijalankan oleh murid / santri / cantrik di jaman dulu, kemarin, sekarang serta jaman-jaman seterusnya. Itulah pakem seorang murid.

Dengan mendalami arti relief sepasang manusia pada dapur keris tersebut maka kita akan bisa membedakan arti relief puthut dengan relief umyang. Dengan memahami dan menghayati arti yang berbeda maka kita akan mempunyai energi yang berbeda pula. Jika kita condong memahami keris tersebut sebagai “bocah ngumyang” yang lebih ke urusan rejeki atau penagihan maka energi kita juga akan lebih kemrungsung akan harta benda. Jika kita melihat sepasang bocah sebagai puthut yang nyantri / murid – maka kita akan lebih bersikap andhap asor dan mendudukkan diri sebagai murid di hadapan Yang Maha Kuasa, sesama dan lingkungan jagat yang amat luas ini.
Posisi sikap keduanya sama yaitu sama-sama tangan menengadah ke atas (atau menyembah). Keduanya sama-sama memohon ke TUHAN YME. Hanya tujuannya yang berbeda karena “spiritualitas” yang berbeda. Yang satu memohon pemahaman hidup (sejatining urip) yang lain memohon jaminan kekayaan harta/materi.(koleksipenceng.blogspot.com)

PESUGIHAN UMYANG JIMBE
Setelah kita pahami perihal Keris Umyang dari koleksipenceng.blogspot.com dari informasi Berita Pesugihan. Indo Pesugihan akan mengupas pesugihan dengan pusaka Umyang Jimbe dengan berkonsultasi pada spiritualis kondang asal salatiga Ki Tjakra Djajaningrat. Sebenarnya siapapun orang yang telah memiliki pusaka Umyang jika dia memahami dan mengerti tatacara pembangkitannya, maka keris pusaka itu akan memiliki faedah yang sangat besar bahkan bila pemiliknya mau menyalah gunakan pusaka itu akan menjadi piandel sebagai pesugihan. Pusaka Umyang ataupun Omyang bagi pemburu kekayaan pada jalur pesugihan sebenarnya kerap dijumpai dan sering kita dengar. Ada seorang Dukun yang konon mampu memroses keris pusaka itu untuk mendatankan uang secara ghaib.Benarkah? Jawabannya bisa saja bila itu seorang yang benar-benar ahli namun tidak sembarangan dukun/orang mampu melakukannya. Keris ini sebenarnya jika di puja dengan suatu prosesi ritual tertentu maka akan dihuni prewangan ghaib dari golongan Tuyul atau Bayi Bajang.
Pemroses alias Pakar yang ahli di bidang supranatural sebenarnya hanyalah menjalankan ritual untuk memerintahkan khodam penghuni keris tersebut untuk disuruh mengambilkan harta yang tidak bertuan ataupun mencuri harta orang kaya yang tidak mau bersedekah,konon katanya begitu! Beragam cara untuk memproses keris Umyang ini,cara pesugihan putih dan cara pesugihan hitam.
Pesugihan Putih Keris Umyang Jimbe:
Dalam pesugihan ini sarat utamanya jelas memiliki keris Umyang Jimbe yang telah terbangkitkan potensi khodamnya, pemilik hanya bertugas merawat dan memberi sesaji pada keris pusaka tersebut pada malam tertentu sebulan sekali. Dengan hal itu diyakini bahwa pemilik akan mendapat bantuan dari prewangan dalam usahanya mencari rezeki, melariskan dagangan, memanggil pembeli, menarik pelanggan,menaikan karier/jabatan,dsb. Adapun salah satu jejawab mantranya sebagai berikut:
"Hong ilaheng,dat katon dat nora katon jatining sukmo,sang omyang sang jabang sing kanggonan,,,,,,sir ciptoning roso,pamatak kasugihanku,,,,,teko gampang sarining gampang,,,,,,berkah kersaning Allah ta'ala"
Maaf mantra tidak kami tampilkan utuh untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan,bagi yang berminat silahkan konsultasikan sesuai prosedur.Bagi yang menginginkan berminat untuk memiliki keris umyang jimbe silahkan hubungi indopesugihan@gmail.com / hubungi: saudara Dimas klik: www.susuhangin.com
Pesugihan Hitam Keris Umyang Jimbe:
Pesugihan ini disebut hitam karena mendayagunakan keris umyang jimbe untuk diproses agar prewangan ghaibnya mampu bekerja mengambil harta orang mampu mencuri layaknya tuyul.
Pusaka ini akan memiliki kekuatan dahsyat dikarenakan dipuja khodam ghaibnya,dengan perjanjian tertentu maka prewangannya mampu melakukan tugasnya berwujud kumoro kumandang bergentayangan mencuri harta siapapun yang menjadi sasarannya seperti halnya babi ngepet/tuyul. Pada setiap malam yang telah dijanjikan pemilik wajib memberi sesaji dan memandikannya dengan minyak sekar setaman dan air kelapa hijau.Bila pemilik lupa maka khodam yang menghuni pusaka tersebut akan murka dan bisa-bisa tidak terkendali kemarahannya yang justru bisa menjadi bumerang-senjata makan tuan.Walau sebenarnya berbahaya memanfaatkan keris umyang jimbe untuk pesugihan jalur hitam,tapi masih banyak orang memburunya, bukan hanya orang awam saja namun tokoh-tokoh paranormalpun juga memburu kedahsyatan keris pusaka umyang jimbe ini. Untuk tatacara pembangkitan jalur hitam maaf tidak bisa kami postingkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyalahgunaan dan hal ini perlu bimbingan seseorang yang ahli yang menguasai keilmuan umyang jimbe.Bagi yang berminat silahkan hubungi kami Indo Pesugihan.

Pesugihan Ledek Ketek




Banyak cerita mengenai makam keramat Ledek Ketek di daerah Sinoman,Salatiga. Namun tidak banyak orang yang mengetahui bahwa tempat ini sebenarnya tempat keramat ajang melalab berkah baik memburu togel hingga pesugihan. Mengenai kisahnya Ledek Ketek dari hasil yang diperoleh Indo Pesugihan sebagai berikut,Nyai Ledek sebenarnya dahulu adalah wanita cantik dikarenakan melanggar pantangan ilmunya sendiri ia berubah menjadi kera putih. Nyai Ledek nama aslinya adalah Nyai Anom,dia seorang wanita cantik yang memiliki segudang ilmu kanoragan,salah satu ilmu andalannya adalah mayanggoseto.
Dengan bekal kecantikan dan keilmuan Nyai Anom terjun di kancah dunia seni tari yaitu tayub/ledek.Hingga suatu saat dia jatuh cinta dengan seorang pemuda salah satu putra dari Ki Damardjati(beliau yang dimakamkan di belang Bank Jateng-Salatiga). Singkat cerita Ki Damar Djati tidak setuju putranya menikahi Nyai Anom,karena menganggap putranya tergila-gila karena pengaruh kesaktian Nyai Anom. Di karenakan hal itu akhirnya Nyai Anom marah dan melawan Ki Damar Djati,dalam pertempuran adu kesaktian itu Nyai Anom mengeluarkan ilmu pamungkasnya, namun di luar perhitungan Nyai Anom tidak mengira bahwa Ki Damar Djati lebih sakti bahkan dengan mudah mengalahkan Nyai Anom,karena tidak terima Nyai Anom mengeluarkan Sindik Naga Runting untuk menyerang Ki Damar Djati.Dengan serangan itupun Nyai Anom tidaklah mampu menandingi kehebatan Ki Damar Djati,bahkan senjata andalannya itu menikam dirinya sendiri.Dengan tubuh bersimbah darah diakhir ajalnya dia bersumpah siapapun pemuda yang memujanya akan menjadi budaknya.Keanehan terjadi pada mayat Nyai Anom yang berubah menjadi kera putih,dan oleh warga Nyai Anom di makamkan,karena hal itu desa tersebut dinamakan desa Sinoman. Sinoman cerita dari turun temurun berasal dari kera putih yang mirip tokoh Anoman,atau diambil dari nama Nyai Ledek alias Nyai Anom. Karena kata "sinoman", dari kata "sinom" yg sebenarnya adalah nama daun pohon asam.Kemiripan "sinom" dg kata "anom" yg berarti muda menjadikan sinom sebagai istilah sebutan bagi kaum muda.Sinom sama dengan Anom dalam bahasa jawa.Demikian asal usul ataupun mitosnya.
Bagi warga setempat yang bedomisili di desa Sinoman hanya mengganggap makan keramat Ledek Ketek adalah makan kuno, kebanyakan mereka tidak perduli dan hanya menganggap tempat winggit saja bahkan tidak banyak orang tahu asal usulnya.Beberapa tahun silam di saat maraknya Togel Kuda Lari tempat ini sering dikunjungi orang untuk memburu wisik. beragam cara yang mereka lakukan ada yang nyanggar dengan membakar kemenyan,ada pula yang memainkan tampah danyang. Namun tidak jarang pula orang-orang dari jauh/luar kota datang ke area pemakaman Ledek Ketek tersebut dengan tujuan memuja Nyai Anom,mereka yang berziarah dengan tujuan memuja terlebih dahulu nyekar dengan membawa bunga 7 rupa agar mendapatkan petunjuk ghaib dari Nyai Anom.
Menurut keterangan Ki Tjakra Djajaningrat tokoh spiritual pinisepuh asal salatiga ini kepada Indo Pesugihan,untuk memuja Nyai Anom/Ledek Ketek setelah berziarah dan mendapatkan dawuh pelaku melanjutkan mandi di kali telon tepatnya di blumbang bulus,di tempat itu pelaku biasanya memberikan sesaji bubur candil,jajan pasar,kembang telon dan dupa manten. Setelah mandi jamasan di blumbang bulus,pelaku menyiapkan sesaji dan membakar dupa tersebut dengan merapalkan mantra:
"Jasad badan lemebu,,,,,,(indo pesugihan),,,,,Raga Sukmo,,,,,(indo pesugihan),,,,majingo ing ngalam mayanggoseto,,,,,,(indo pesugihan),,,,,Nyai Ayu Si Ambar Anom,,,,,,(indo pesugihan),,,,, wengakno plawanganmu,,,,,,dsb,,,,,mas picis rojo brono,,,,dsb"(mantra bisa diKonsultasikan pada kami!harap maklum untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan/copy paste/dimanfaatkan orang-orang yang sok tau)
Setelah usai melafalkan mantra biasanya akan ada fenomena ghaib,didatangi kendit klewer/kera putih/bulus putih,pelaku mau tidak mau harus menghadapi karena untuk lari dari tempat ini harus melewati jalan setapak dan sungai,hanya orang punya nyalilah yang mampu menjalani ini. Setelah ghaib itu datang maka akan hadir wanita cantik berpakaian serba putih,sebenarnya itu bukanlah pakaian sebenarnya pewujudannya adalah kera putih. Pelaku menyampaikan apa tujuannya memanggilnya,dengan mengadakan perjanjian ghaib itu,pelaku akan diberitahu syarat-syaratnya untuk mendapatkan materi berupa harta benda,tentunya akan mempersembahkan wadal alias tumbalnya sesuai dengan kesepakatannya.
Setelah mengadakan perjanjian ghaib itu,setiap malam jumat pon pelaku wajib menyediakan sesaji,dan Nyai Anom akan menemuinya untuk memberikan apa yang telah disepakati,dalam pertemuan itu tidak heran kalau pelaku diajak bercinta dengan wanita cantik itu.Maaf pelaku tentunya hanya bisa dilakukan oleh pria,sedang tumbalnya adalah istrinya. Bagi pemuja pesugihan ini pandangan dia bercinta dengan wanita cantik namun jika ada yang mengintip dia sebenarnya menggauli sesosok kera putih. Pesugihan ini termasuk katagori Pesugihan Kawin Ghaib atau Pesugihan Tukar Bojo(karena yang ditumbalkan adalah istrinya).

Bagaimanapun yang namanya persekutuan dengan jin adalah hal yang musrik atau syirik karena telah menyekutukan Tuhan,bagi anda yang berniat kejalan yang sesat renungkanlah!!!sebelum terlambat bertobatlah!!! Bukankah Allah Maha Pemberi Rezeki?!Carilah solusi yang diridhoiNya! by Indo Pesugihan

Pesugihan Nyai Sekar Arum



Di tengah kehidupan modern seperti sekarang ini, budaya matrialistik memang telah memperbudak sebagian besar manusia dalam mancapai tujuan hidupnya. Mereka berlomba-lomba memburu kekayaan, saling membagakan harta, dan pada gilirannya manusia lupa pada kodratnya. Demi mendapatkan kekayaan dengan jalan pintas, banyak orang yang akhirnya menempuh jalan pintas. Mereka mendambakan bisa hidup senang, bergelimang harta, tanpa perlu usaha yang sebagaimana semestinya untuk mendapatkan semua itu.

Di antar jalan pintas yang dipilih adalah dengan mencari pesugihan.Tidak banyak orang tau bahwa makam keramat di daerah sembojo klaseman,desa Kembang Arum,Mangunsari,Salatiga ini ternyata banyak yang melalap berkah.Sewaktu di pegang juru kuncinya oleh alhm.Mbah Tugimin makam ini begitu terawat dan power ghaibnya begitu besar,dan bagi yang ngelalap berkah mendapat bimbingan spirituil baik bagi yang ingin memuja ataupun sekedar ngelalap berkah saja.Walaupun keadaannya berbeda sekarang ini tetap banyak orang yang berziarah terkadang datang sendiri tanpa juru kunci ataupun didampingi tokoh spiritual karena mereka tidak tahu harus minta bantuan siapa yang mengerti tetang punden ini, kini juru kunci punden makam tersebut dipegang oleh menantunya alhm.Mbah Tugimin yaitu Mbah Bono. Bagi yang mau ngelalab berkah di punden ini saya sarankan didampingi murid-murid Alhm.Mbah Tugimin yang bermukim di desa klaseman atapun langsung dengan juru kuncinya.Hari baik pada malem Jumat Legi bagi yang mau ngelalap berkah.
Ada suatu Cerita nyata pada tahun 2003 yang di alami pak To(nama panggilan untuk jaga privasi),karena usahanya bangkrut dan banyak hutang,akhirnya pak To dengan modal nekat menjalani ritual di lereng gunung kedalisodo kab.semarang selama 3 bulan dengan maksud agar mendapat petunjuk untuk mendapatkan harta ghaib sebagai solusi membayar hutang dan usaha yang dirintisnya kembali bangkit.Karena ketekatan tersebut pak To mendapat petunjuk ghaib dari sesosok gandaruwo putih untuk mendatangi punden keramat nyai Sekar Arum agar melanjutkan lelakunya disana.Dengan petunjuk itu laki-laki setengah baya itu berangkat mencari dimana penden keramat itu. Mungkin karena keyakinannya kuat,entah kebetulan atau tidak,didalam perjalannya pak To bertanya pada seseorang mengenai dimana keberadaan punden keramat itu dengan seorang buruh pabrik yang dijumpainya dijalan. buruh pabrik itu kebetulan warga Salatiga,dia bilang ke pak To agar ke salatiga mencari desa Klaseman atau Kembang arum,tanya warga setempat pasti mengetahui keberadaan punden keramat tersebut. Dengan bekal keterangan singkat buruh pabrik tersebut,pak To melanjutkan perjalanannya dengan jalan kaki bergegas ke arah yang alamat tersebut.Pak To yang bermodal nekat dan tanpa memiliki uang sepeserpun maka mau tidak mau hanya bisa berjalan kearah yang dituju,untuk makanpun hanya bisa mengharap sedekah dari orang.Akhirnya sampai juga pak To di desa Klaseman dan bertanya warga setempat keberadaan punden keramat Nyai Sekar Arum. Setelah sampai di area punden tersebut,pak No melanjutkan lelakunya untuk medapatkan petunjuk dari Nyai Sekar Arum.Dalam lelakunya pak To 3 hari kemudian,di tengah malam dia ditemui sesosok wanita cantik rupawan menyebut namanya Nyai Sekar Arum,pak To disuruh menemui seseorang lelaki muda warga klaseman yang berambut panjang yang di depan rumahnya ada pohon sawo ijo,rumahnya menghadap ke selatan atau menghadap arah punden ini.Pak To diminta Nyai Sekar Arum untuk minta doa jejawab/mantra pambuko gerbang bondo dari laki-laki tersebut. Setelah memberi petunjuk itu Nyai Sekar Arum menghilang dari pandangan pak To. Karena masih larut malam pak No menunggu datangnya pagi untuk menemui lelaki seperti petunjuk Nyai Sekar Arum tersebut.
Akhirnya Sang Mentari menampakkan diri,pada pagi yang cerah itu pak To bertanya dengan seseorang pemulung yang tidak jauh dari area punden,pemulung itu kebetulan warga asli desa klaseman. Pak To bertanya apa benar ada laki-laki yang dimaksud dari petunjuk Nyai Sekar Arum tersebut pada pemulung itu.Pemulung itu menjelaskan bahwa juru kunci makam ini masih ada ikatan famili laki-laki berambut panjang itu,lalu pemulung itu menunjukkan arah agar pak To ke utara lurus setelah ada pertigaan ke kanan disitu jika ada pohon sawo ijo yaitu rumah orang yang pak To maksud. Dengan keterangan itu pak To mengikuti arah tersebut dan ternyata benar ada rumah yang depannya berdiri pohon sawo ijo. Tanpa berpikir panjang pak To mengetuk pintu rumah itu. Betapa kaget pak To dibukakan seorang laki-laki yang ciri-ciri sama persis dengan keterangan Nyai Sekar Arum. Singkat Cerita Pak To menceritakan perjalanannya hingga sampai ke rumah ini menemui beliau. Mas Han yang orang akrab memanggil beliau,dengan cerita dan keterangan pak To tersebut, Mas Han memejamkan mata untuk kontak dengan Nyai Sekar Arum,sesaat kemudian pak To suruh mencatatat Mantra:
"Hong Ilaheng patrap tunggal mbuko gedong jagad yotro,juru gedong kuncine bondi donyo kang isi mas picis rojobrono,......dsb"
Maaf mantra tidak kami postingkan full,harap maklum!!! bagi pembaca yang berminat dengan mantra2 Indo Pesugihan silahkan Konsultasikan,bahkan bagi yang menemui copy paste artikel/mantra Indo Pesugihan di blog/situs/web lain tentunya jika anda mau mengamalkan mintalah pengijazah asal usulnya yakni pemberi mantranya.Karena mantra yang kita postingkan ada yang kita bolak balik bahkan kita kurangi,wajar untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan!tujuan kami memberi informasi bukan mengajari!!!yang minat dan menghubungi kami akan kami hubungkan dengan yang benar-benar ahli dalam bidangnya.
OK,lanjut... Setelah mencatat mantra tersebut,pak To di wedarkan tatacara lelakunya,setelah memahami pak To pamitan. Tiga bulan kemudian setelah pak To menjalani keterangan Mas Han,pak To datang lagi untuk silaturahmi sekaligus berziarah ke punden Nyai Sekar Arum untuk mengucapkan terimakasih. Berangkat dari kebangkrutan kesana kemari jalan kaki dan tidak punya uang sepeserpun dengan ritual tersebut pak To kini sudah banyak uang dan apa tujuannya tercapai.Walau kini dia kaya raya tetapi dia harus membayarnya kelak,namanya pesugihan tentu adanya resiko yang harus ditanggung nantinya. Pak To yang bermaksud membalas budi dengan memberikan sejumlah uang pada Mas Han sebagai perantaranya,ditolak karena Mas Han tidak di iijinkan makan dari uang budak oleh para penguasa dunia lain.Jikalau diterima maka celakalah orang yang memberikannya,kecuali dari hasil harta sebelumnya.
Brangkat dari pengalaman pak To tersebut menunjukkan tidaklah mudah memburu pesugihan,dia seorang yang bermodal nekat dan berani menerima resiko apapun,susah payah dia hadapi walau pada akhirnya dia sukses. Jangan anda mudah di bohongi oleh dukun yang mengaku bisa datangkan pesugihan secara instan!!!apalagi ada embel-embel tidak beresiko...itu bohong!!!jika pesugihan itu mudah tidak beresiko tentunya dukun/paranormal memburunya sendiri,dengan itu anda tidak mungkin kebagian!!!benar tidak??? jika anda tidak membenarkan Anda termasuk orang....apa?hayo!!!heeee.... GOBLOK tau!!!
Apapun pesugihan yang mendatangkan harta benda dari hasil perjanjian dengan bangsa jin itu, yang pasti, siapapun anda harus berpikir seribu kali bila ingin mencoba-coba jalan sesat di tempat-tempat pesugihan. Jadi, berjuang dan jangan mudah menyerah dalam menggapai kehidupan untuk meraih yang lebih baik. Berikhtiyarlah secara lahir-batin,berusaha dengan segenap tenaga dan pikiran iringi dengan doa pada Sang Hyang Maha Pencipta!yakin anda akan menemui solusi jitu tanpa harus menggadaikan hidup anda dengan makhluk ghaib. Ingat ayat ini: "Fa inna ma'al-'usri yusra,inna ma'al 'usri yusra,fa idza faragta fanshab,wa ilaa rabbika fargab" artinya: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,maka apabila engkau telah selesai(dari sesuatu urusan),tetaplah bekerja keras(untuk urusan yang lain),dan hanya kepada Tuhan-mulah engkau berharap"
Sumber: indo Pesugihan dan Indo Ghaib

Pesugihan Baru Klinting



Rawa Pening ("pening" berasal dari "bening") adalah danau sekaligus tempat wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2.670 hektare ia menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

Menurut legenda, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Cerita baru klinting yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua.(id.wikipedia.org).
Kisah Legenda Rawa Pening banyak versi karena itu sekedar mitos dari mulut kemulut. Indo Pesugihan sowan ke kediaman spiritualis kondang asal Salatiga yakni R.Tjakra Djajaningrat untuk menanyakan perihal Rawa Pening. Sebelum menceritakan bab Rawa Pening Ki Tjakra terdiam sejenak untuk kontak bathin dengan penguasa ghaibnya. Rawa Pening dari legendanya memang benar dari tancapan lidi sodo lanang oleh tokoh sakti yang tubuhnya kerdil(cebol). Suatu hari ada tokoh sakti yang lapar setelah usai bertapa dari Gunung Kendali Sodo,setiap orang yang ditemui justru mengusirnya dan menghina jhabis-habisan,namun ada seorang janda tua renta yang justru baik dengannya bahkan mau memberikan makan. Karena hinaan dan cacian masyarakat yang tidak mau punya rasa welas asih itu akhirnya tokoh sakti yang bernama Baru Klinting alias Sarpo mengadakan sayembara siapa yang bisa mencabut lidi pusakanya mau minta apa saja diberikan bahkan membunuhnya sekalipun. Banyak orang yang mencoba namun gagal,jika tengah malam nanti tidak ada yang kuat mencabut maka Sarpo-lah yang akan mencabutnya.Berbagai orang datang hendak mengikuti sayembara itu,bahkan tokoh-tokoh jawara yang mengikuti sayembara karena penasaran tidak ada yang kuat mencabut lidi itu. Tepat matahari terbenam Sarpo menghampiri mbok rondo dan berpesan jika ada air yang mnggenangi halaman rumahnya maka mbok rodo menaiki lesung kayu karena akan ada banjir tengah malam nanti.Dengan pesan itu Joko Sarpo telah tenang dan membalas budi baik mbok rondo tersebut. Tepat tengah malam tidak satupun orang bahkan tokoh yang punya ilmu kanuraganpun gagal mencabut lidi tersebut,akhirnya Joko Sarpo bicara: "karena kesombongan dan ketamakan kalian maka tak satupun diantara kalian yang sanggup mencabut lidi ini,dan aku akan menghukum kalian yang tidak punya rasa welas asih kepada sesama manusia" (suro diro jayaning rat lebur dening pangastuti) setelah itu Joko Sarpo mencabut lidi(pusaka sodo lanangnya) dan dari bekas cabutan tersebut keluar air yang semakin lama semakin besar,terjadilah banjir bandang yang menenggelamkan semua penduduk,kecuali mbok rondo yang selamat karena menaiki lesung kayunya. Dengan itu karena wangsit dari tapanya jika Ki Sarpo alias Baru Klinting terkena air maka tubuhnya akan berubah menjadi Ular. Dengan cerita singkat ini menunjukkan bahwa penguasa rawa pening ini tidaklah jahat,banyak bukti yang didapati khususnya penduduk yang tinggal disekitar rawa pening.
Pesugihan Rawa Pening atau Pesugihan Baru Klinting
Tidak dipungkiri lagi,tempat keramat yang satu ini juga banyak orang yang memburu pesugihan,namun sayang banyak orang yang salah jalan di karenakan banyak yang mengaku menjadi juru kunci tempat ini. Sebenarnya Rawa Pening tidaklah punya juru kunci,hanya tokoh paranormal yang bertempat tinggal di daerah sekitar saja yang kebetulan memanfaatkan momen tersebut karena rumahnya dekat dengan rawa pening. Ada lima gerbang yang menuju kraton ghaib Rawa Pening yang biasa dikenal orang umum di kawasan gerbang ghaib tersebut ada di Bukit Cinta dan Tuntang.
Pesugihan Putih Rawa Pening:
Pesugihan ini adalah ngelalap berkah seseorang agar apa tujuannya terkabulkan khususnya untuk meraih jabatan dan penglarisan usaha. Menurut Ki Tjakra Djajaningrat, pelaku sebelum menjalankan ritual di wajibkan mandi di sendang tuk anget yang ada di kawasan Candi Dukuh(petilasan browijoyo) dengan membawa bunga setaman diniyatkan mandi sesuci:
"Niyatingsun adus suci,bayu sendang anget,sah njobo mulyo njero lan enget maring kanugrahaning Gusti Allah,tumeko berkah kinaryo gampang,gampang saking pitulungan lan lumantaraning Eyang Baru Klinting,lailahailollah"
Setelah ritual mandi tersebut pelaku berziarah di Candi Dukuh(temui Pak Min juru kuncinya untuk minta izin) napak tilas kraton agung dan ambillah tanah di area watu gentong. Usai itu pergilah ke Bukit Cinta untuk melarung sesaji berupa tampah yang berisi jajan pasar,pisang raja setangkep,jadah jenang,bunga telon,bunga setaman,dsb. Ritual ini bisa anda lakukan sendiri tanpa bantuan paranormal,namun lebih bagusnya di dampingi oleh tokoh spiritual yang anda percayai/anda kenal,untuk mantra panyuwunan tidak kami postingkan untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan!bisa dikonsultasikan langsung ke Indo Pesugihan. Setelah usai ritual tersebut bakarlah buhur maghrobi dan nyalakan lampu dari sumbu(dian/teplok) di ruangan kamar yang anda persiapkan.Dengan hal itu anda akan mendapat wangsit/petunjuk ghaib yang harus anda jalani nanti.Jika anda sekses anda wajib larung sesaji lengkap dengan ingkung ayam wiring kuning.
Pesugihan Baru Klinting:
Pesugihan jalur hitam ini adalah memuja untuk minta harta benda dengan penguasa Rawa Pening yang menumbalkan sepasang ayam hitam mulus pada awal mulanya,jangan salah arti ayam ini ibaratnya nasib anda kelak.Pesugihan yang satu ini bukan menumbalkan hewan namun menumbalkan diri anda dan pasangan anda sendiri. Pelaku tentunya sepasang suami istri resmi! Sebelum menjalankan ritual pesugihan ini pelaku wajib mandi di salah satu sendang atau sumur yang ada di kawasan Gunung Kendali Sodo. Usai melakukan mandi tersebut siapkan sesaji di rumah dengan sesaji tumpeng ireng,yakni dengan beras ketan hitam,dele hitam,pisang kelutuk,ingkung ayam hitam mulus,dsb. Pelaku melafalkan mantra persembahan/pujo sesaji kepada Eyang Sarpo atau Baru Klinting. Setelah mendapat tanda maka pelaku mendatangi gerbang kraton Rawa Pening untuk larung sesaji,dalam larung sesaji bacakan mantra ngirup bondo, usai itu pelaku melanjutkan tapa pati geni sehari semalam untuk panyuwunan harta di ruang kamar yang sudah disediakan di rumahnya. Dalam ritual itu datanglah Sang Penguasa Rawa Pening tersebut dan mintalah harta yang jadi tujuan anda yang tentunya adanya kesepakatan/perjanjian ghaib.

Pesugihan Ratu Kalinyamat



Ratu Kalinyamat sebagai seorang tokoh wanita legendaris, makam Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadiri nyaris tak pernah sepi pengunjung. Mereka yang datang dari berbagai daerah semata-mata datang hanya untuk ngelalap berkah berharap apa yang menjadi keinginannya terkabulkan. Apa yang mereka harapkan dari aura keramat makam wanita legendaris yang pernah bertapa dengan telanjang itu?

Tokoh Nyi Ratu Kalinyamat sangat melegenda. Setidaknya, bagi masyarakat Japara dan Pati, Jawa Tengah. Dia tidak hanya dikenal sebagai seorang putri yamg molek, tetapi juga cerdas dan berani. Tak heran, jika akhirnya wanita tersebut memperoleh kepercayaan untuk memangku jabatan Adipati Jepara, yang kala itu wilayah kekuasaannya meliputi Jepara, Pati, Kudus, Rembang dan Blora.
Tatkala Nyi Ratu Kalinyamat mencari suami, terpaksa ia menggelar seyembara. Dengan seyembara itu, ia berhadap akan mendapatkan pendamping hidup yang tidak saja tampan, tetapi juga cerdas serta memiliki kemampuan setara dirinya. Namun sayang, harapan tersebut tak pernah menjadi kenyataan. Hingga, secara tak sengaja ia bertemu Pangeran Hadiri, yang akhirnya menjadi penampingnya.
Pangeran Hadiri diutuskan oleh Sultan Aceh (Ayahnya) untuk menimba ilmu pemerintahan dan agama Islam di Kesultanan Demak. Lelaki berdarah Persia ini sangat tampan dan arif bijaksana. Tak heran bila Nyi Ratu Kalinyamat langsung kasmaran padanya.
Sayangnya, ibarat masa bulan madu Nyi Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadiri belum tuntas, sang suami keburu gugur dibunuh berandal-berandal suruhan Adipati Haryo Panangsang. Hati sang Ratu Kalinyamat sangat terpukul dan berduka atas kenyataan pahit itu.
Pembantaian itu sendiri terjadi seusai menghadiri upacara pemakaman kakak kandungnya, Sunan Prawoto. Sang kakak, juga tewas di tangan Haryo Penangsang yang berambisi merebut tahta Kesultanan Demak. Yang lebih membuatnya kecewa, ketika ia mengadukan kelakuan Arya Panangsang kepada Sunan Kudus, Sunan Kudus ternyata malah memihak Haryo Penangsang. Bahkan, Sunan Kudus mengatakan, bahwa semua itulah buah dari tindakan Sunan Prawoto yang membunuh Pangeran Sekar Sedo Lepen.
Setelah peristiwa pembantaian kakak kandung serta suaminya. Nyi Ratu Kalinyamat bersumpah akan menebus rasa malunya dan meraih kembali kehormatannya. Keinginan tersebut membuatnya bertekad tapa telanjang. Ia baru akan puas setelah berhasil memakai kapala Haryo Penangsang sebagai alas kaki.
Menurut cerita. Selanjutnya dengan membawa jenazah Pangeran Kalinyamat, Ratu Kalinyamat meneruskan perjalanan sampai pada sebuah sungai dan darah yang berasal dari jenazah Pangeran Kalinyamat menjadikan air sungai berwarna ungu, dan kemudian dikenal daerah tersebut dengan nama Kaliwungu. Semakin ke barat, dan dalam kondisi lelah, kemudia melewati Pringtulis. Dan karena selahnya dengan berjalan sempoyongan (moyang-moyong) di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Mayong. Sesampainya di Purwogondo, disebut demikian karena di tempat inilah awal keluarnya bau dari jenazah yang dibawa Ratu Kalinyamat, dan kemudia melewati Pecangaan dan sampai di Mantingan.Ratu Kalinyamat berhasil meloloskan diri dari peristiwa pembunuhan itu. Ia kemudian bertapa telanjang di Gunung Danaraja, dengan sumpah tidak akan berpakaian sebelum berkeset kepala Arya Penangsang. Harapan terbesarnya adalah adik iparnya, yaitu Hadiwijaya alias Jaka Tingkir, bupati Pajang, karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan bupati Jipang.Lebih dari dua windu Nyi Ratu Kalinyamat melakukan ritual betapa telanjang. Mula-mula, ritual itu dilakukan di Gelang Mantingan, kemudian pindah ke Desa Danarasa, lalu berakhir di tempat Donorojo Tulakan Keling Jepara.
Ritual gaya Nyi Ratu Kalinyamat yang telanjang itu hingga kini masih menimbulkan berbagai penafsir masyarakat. Yang jelas, ritual tersebut benar-benar berakhir setelah Sultan Pajang menghadap Nyi Ratu Kalinyamat sambil menenteng penggalan kepala Haryo Penangsang dan semangkok darahnya.
Haryo Penangsang berhasil dibunuh Sultan Pajang yang bernama R Hadiwijaya, melalui senapati perangnya Danang Sutowijoyo (putra Ki Gede Pemanahan), dalam suatu duel di tepi bengawan antara Cepu dan Blora. Tubuh Adipati Jipang Panolan itu dicabik-cabik dan serpihan tubuhnya ditanam terpencar-pencar di berbagai pelosok Jawa Tengah.
Kepala Haryo Penangsang itu benar-benar digunakan untuk keset oleh Nyi Ratu Kalinyamat, dan darahnya digunakan untuk keramas. Setelah puas, kepala Haryo Penangsang dibuang ke sebuah kolam yang terdapat di Desa Mantingan.
Hingga kini, makam Nyi Ratu Kalinyamat nyaris tak pernah sepi dari peziarah. Mereka yang datang dari berbagai daerah dengan ngelalap berkah berharap mendapat karomah. Banyak di antara peziarah yang memohon kharomah agar parasnya menjadi cantik dan menawan juga sensual (bagi kaum hawa), atau gagah ganteng berkharisma bagi peziarah kaum adam di makam Pangeran Hadiri.

Pada abad XIV Nyai Langgeng atau sering dikenal dengan Ratu Kalinyamat berkuasa atas kerajaan yang berpusat di Mantingan. Pada tahun 1549 suaminya yang bernama Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Penangsang pada suatu pertempuran. Sepeninggal suaminya, Ratu Kalinyamat meninggalkan tahta kerajaan untuk berkelana menuntut keadilan, sampai akhirnya sampai di Dukuh Sonder Desa Tulakan, Kecamtan Banyumanis. Di tempat itu beliau bertapa, topo wudo yaitu meninggalkan pakaian kebesaran kerajaan sampai dendamnya kepada Arya Penangsang terbalaskan.
Ratu Kalinyamat yang dilukiskan sangat cantik bertapa hanya dengan berbalutkan rambutnya yang panjang terurai. Ia memohon pertolongan kepada Tuhan agar diberikan kekuatan sehingga bisa membalas dendam atas kematian suaminya. Dia bersumpah ”ora pisan-pisan ingsun jengkar saka tapa ingsun yen durung iso kramas getihe lan kesed jambule Aryo penangsang” (Ia tidak akan menghentikan laku tapanya jika belum bisa keramas dengan darah Aryo Penangsang). Akhirnya, Aryo Penangsang terbunuh dalam suatu pertempuran dengan Danang Sutawijaya. Aryo Penangsang tewas secara mengenaskan dengan usus terburai oleh kerisnya sendiri.
Laku tapa Ratu Kalinyamat dengan sumpahnya itu ditafsirkan oleh masyarakat desa Tulaan sebagai wujud kesetiaan, kecintaan, dan pengabdian sang ratu kepada suaminya. Ia dengan kesadaran dan keiikhlasannya yang tinggi bersedia meninggalkan gemerlapnya kehidupan istana demi membalas dendam atas kematian suaminya Ratu Kalinyamat bertapa sangat lama sampai-sampai rambutnya dikubur di tempat itu.
Setiap malam Jumat Wage, Pertapaan Sonder selalu dipenuhi peziarah yang datang dari berbagai daerah di sekitar Jepara yang kebanyakan kaum perempuan yang ingin cantik alami, seperti Ratu Kalinyamat. Syaratnya, mereka terlebih dahulu harus mandi di sungai kecil yang ada di dekat situs bekas pertapaan, kemudian disusul dengan laku tapa atau meditasi selama 40 hari. Setiap peziarah harus bersuci terlebih dahulu (berwudlu) sebelum memanjatkan do’a-do’a. Kegiatan yang berkaitan dengan petilasan ini adalah Upacara Jembul Tulakan yang merupakan ritual sedekah bumi yang dilaksanakan setahun sekali.(www.ticjepara.com/berbagai sumber)
Menurut cerita secara getok tular yang ditangkap oleh Indo Pesugihan,konon orang yang ngelalap berkah ke Ratu Kalinyamat tergantung dengan orangnya dengan apa yang menjadi tujuannya.Ada yang hanya memohon berkah pangestu bernadar agar apa tujuannya cepat terkabul,ada pula yang memburu pesugihan agar cepat kaya berlimpah harta.Kedua ritual itu ada yang dilakukan dengan tirakat sendiri ada juga yang didampingi oleh tokoh paranormal.Lalu bagaimana caranya? untuk memburu pesugihan menurut Ki Tjakra Djajaningrat seseorang yang bisa melakukan pesugihan ini adalah wanita,sebelum berziarah ke Mantingan di wajibkan napak tilas dengan melakukan mandi di sungai yang ada di Kaliwungu dengan keramas memakai merang ketan hitam,setelah ziarah pelaku menjalankan ritual ngelalap berkah dengan maksud untuk pesugihan,setelah mendapatkan tanda/dawuh dari petunjuk ghaib itu pelaku pulang ke rumah untuk melanjutkan ritualnya yakni lelaku wudoh/ritual telanjang dan menyiapkan sesaji tumpeng dan ingkung. Jika dalam ritual tersebut sukses pelaku akan didatangi ghaib yang akan membatu mendatangkan kekayaan dan setiap malam Jumat Legi pelaku wajib menjalankan ritual wudoh di tritisan/latar.
Banyak orang beranggapan pesugihan ini tanpa resiko namun sebenarnya pesugihan ini menumbalkan suaminya,wanita si pelaku biasanya suka selingkuh jikalau suaminya meninggal maka dia cepat mendapat jodoh yang akan menjadi suami pengganti yang tentunya sebagai calon tumbalnya.Ini bisa buat PERHATIAN bagi kaum laki-laki buaya yang mata duitan,jika anda mantre yang kebetulan pemuja pesugihan ini maka siap-siap menjadi tumbal.Karena pada awalnya anda akan dituruti apa kemauan anda namun jika jatuh tempo ibarat anda sudah di beli ya anda akan dikasihkan sebagai tumbal oleh wanita si pemuja pesugihan ini. Untuk mantra dan tatacara lengkap serta sesajinya...maaf kali ini tidak kami postingkan!Hati-hati dengan dukun palsu/paranormal gadungan yang berkeliaran mengaku ahli pesugihan!Sebelum melangkah tanyakan pada orang yang mengerti!jangan tanya orang pintar/pinter anda akan dibodohi!(berminat serius silahkan konsultasikan hubungi Indo Pesugihan). Jika berziarah ke Nyi Ratu Kalinyamat hendaknya ngelalap berkah saja dan ingat jika anda lakukan hal itu sebenarnya bukanlah Nyi Ratu Kalinyamat yang memberi anda kekayaan namun sebenarnya adalah bangsa Jin yang manjelmo warno sebagai Ratu Kalinyamat tersebut.

Pesugihan Nyi Blorong



Dalam khasanah dunia pesugihan siapa yang tidak mengenal Nyi Ratu Blorong!
Nama Nyi Blorong tidaklah asing lagi bagi kita semua dan sering kita dengar baik dalam dongeng/legenda/mitos/cerita rakyat bahkan sampai di sinetronkan/filmkan.
Nyi Blorong adalah salah satu ratu bawahan dari Kanjeng Ratu Kidul sekaligus senopati pilih tanding yang sakti mandraguna. Bukan rahasia lagi banyak orang mengenal Nyi Blorong mampu mewujudkan permintaan manusia dengan jalan bersekutu dengannya agar diberikan kekayaan harta benda. Sebenarnya hal ini adalah kenyataan bukan sekedar omong kosong!bahwa Pesugihan Nyi Blorong itu benar-benar ada!Banyak berbagai Cerita desas desus di dalam masyarakat mengenai pesugihan nyi blorong tersebut.Ada apa dengan pesugihan Nyi Blorong?
Nyi Blorong dalam penampilannya sebagai seorang ratu mengenakan kebaya tradisional yang sangat memikat itu sebenarnya merupakan perwujudan kamulfase dari sosok Nyi Blorong yang sebenarnya. Karena kesaktiannya, dia bisa nampak seperti itu. Sebenarnya, kain panjang sulaman benang emas yang dikenakannya itu adalah wujud dari tubuhnya bagian bawah yang berupa ular raksasa.

Untuk menyokong penampilan di depan para pemujanya, agar selalu tampil anggun, cantik, dan berwibawa, Nyi Blorong selalu mensyaratkan kepada orang yang mempersekutukannya agar melakukan rirual ‘cawis sesaji’. Ritual tersebut umumnya berlangsung pada malam-malam purnama. Konon, pada saat malam purnama penuh Nyi Blorong akan tampak semakin cantik, dan tuah kesaktiannya berpendar sempurna. Tuah kesaktian itu sendiri, akan mendukung penampilan kecantikannya. Namun, ketika bulan purnama mulai surut, dia akan segera nampak dengan perwujudan aslinya. Yakni siluman kepala mirip manusia dengan tubuh bagian bawah berupa ular raksasa.

Sudah barang pasti banyak syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjalin persekutuan dengan Nyi Blorong dan mendapatkan sisik-sisik emas dari tubuhnya. Yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan ritual ‘mbucal badan’ (berpuasa dan bersemedi) di wilayah pantai laut selatan selama 7 hari 7 malam. Ritual ini sangat menentukan berhasil tidaknya persekutuan. Sebab, pada ritual inilah Nyi Blorong akan muncul dan memberikan syarat-syarat khusus kepada yang menginginkan persekutuan.

Bila syarat-syarat khusus, yang umumnya berupa penampakan wilayah gaib keraton Laut Selatan dan Nyi Blorong dalam mimpi sudah didapatkan, maka ritual lanjutan berupa larung sesaji di wilayah laut selatan baru bisa dilaksanakan. Sesaji pokok yang harus dilarung, biasanya berupa dua sisir pisang raja temen, kinang ayu, sekar setaman, jajan pasar lengkap 7 rupa,buah-buahan 7 rupa dan menyan madu.Sesaji itu yang harus dilarung untuk dipersembahkan kepada keraton gaib Laut Selatan khususnya Nyi Blorong yang diletakkan dalam sebuah wadah berupa tampah.

Ritual larung sesaji ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan harus dilaksanakan secara rutin setiap tahun pada tanggal dan waktu yang sama dengan ritual larungan yang pertama kali diadakan.

Selain ritual yang diatas, Nyi Blorong juga menerapkan syarat yang sangat berat bagi orang yang menjalin persekutuan gaib dengannya. yaitu mereka yang bersekutu dengan Nyi Blorong sama dengan melakukan kontrak ‘mati’ dengannya. Sebab saat ajal menjemput, arwah orang tadi akan menjadi bagian dari penghuni keraton gaib Laut Selatan. Dia akan menjadi abdi dalam dan untuk selamanya di sana. Selain itu, dalam jangka waktu tertentu, Nyi Blorong juga akan meminta tumbal nyawa untuk penambahan prajuritnya.

Tumbal jiwa ini pula yang ikut memberi andil dalam meremajakan kulit ular Nyi Blorong. Sehingga, semakin banyak tumbal yang dipersembahkan maka akan semakin banyak keping-keping emas yang akan diterima dari Nyi Blorong. Oleh karena itu, tumbal nyawa ini tidak hanya berfungsi sebagai penambahan prajuritnya, tetapi juga sebagai penunjang kecantikan dan kesaktian Nyi Blorong. Sementara disisi lain, tumbal nyawa manusia ini akan digunakan sebagai sarana pemuas nafsu Nyi Blorong.

Nyi Blorong memiliki nafsu seksual yang luar biasa. Dan untuk memuaskan hasratnya, tumbal-tumbal itulah akan dijadikan budak pemuas nafsunya. Dengan terpenuhi hasratnya, kecantikannya akan senantiasa terpelihara. Tidak hanya itu saja, biasanya si pencari pesugihan juga harus melayani Nyi Blorong pada saat-saat tertentu sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sisik emasnya. Dan bersebadan dengan Nyi Blorong tidak jauh sama seperti menyerahkan hidup kepadanya. Sebab dia juga menyedot energi kejiwaan untuk menggantikan sisiknya yang terlepas.

Mantra Pesugihan Nyi Blorong:
“Ingsun mbuko kasugihanku Nyi Blorong, Sang Ratu kang mbuko plawangan gedhongku mas picis rojobrono, Puji-puji sembah puji kulo abdi kang caos sesaji, Milo nyuwun panjenengan (Nyi Blorong) dugi mbeto rejeki,,,,,dsb”.

Bagaimanapun namanya pesugihan itu tidaklah menguntungkan!Banyak ruginya bahkan menurut saya sangat rugi sekali dalam hidup karena ambisi yang hanya mengejar harta dunia yang tidaklah kekal berani menggadaikan akhirat! Nyi Blorong salah satu Ratu Pesugihan Nusantara ini yang siap mewujudkan keinginan budak-budaknya agar jadi abdinya selamanya hingga akhir zaman!Indo Pesugihan hadir buat anda bukan mengajari untuk sesat namun mengingatkan agar anda semua kembali ke jalan yang benar!bila anda ingin ambil jalan sesat maka Indo Pesugihan berpesan Hati-hatilah jangan samapi anda yang mau ambil jalan sesat justru semakin tersesat karena banyak orang yang diluaran sana...dukun palsu,paranormal gadungan,makelar pesugihan,calo/jasa pengantar/dsb yang hanya memanfaatkan anda!mencari keuntungannya sendiri!Jangan sampai anda dibodohi,sebelum melangkah carilah informasi yang benar/asli jangan sekedar karena janji manis yang justru nantinya membuat anda jadi merugi!!!

Sumber:Indo Pesugihan dan berbagai sumber di internet.
 
Copyright 2010 Indo Pesugihan